Agenda utama dalam kegiatan ini adalah pelaksanaan Sosialisasi Kelola Sampah yang ditujukan secara khusus untuk memberikan edukasi praktis bagi masyarakat. Sosialisasi ini tidak hanya bersifat teoretis, tetapi juga memberikan simulasi mengenai metode pemilahan sampah dari sumbernya. Pihak sekolah mengundang pakar lingkungan untuk menjelaskan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) yang mudah diterapkan di rumah tangga. Warga diajarkan untuk membedakan antara sampah organik yang dapat diolah menjadi kompos, sampah anorganik yang memiliki nilai ekonomi, serta sampah residu yang harus dibuang ke tempat pembuangan akhir secara benar.
Kegiatan ini dilaksanakan secara kolaboratif Bareng Warga RT guna memastikan pesan yang disampaikan dapat diimplementasikan secara merata di tingkat tetangga. Keterlibatan ketua RT dan perangkat lingkungan lainnya sangat krusial dalam menggerakkan partisipasi aktif warga. Dalam sosialisasi ini, Raudhatul Ulum juga memperkenalkan inovasi pembuatan pupuk cair organik dari limbah dapur. Dengan melibatkan ibu-ibu rumah tangga dan para pemuda di lingkungan RT, program ini diharapkan mampu mengubah cara pandang masyarakat yang tadinya melihat sampah sebagai beban, menjadi melihat sampah sebagai sumber daya yang jika dikelola dengan baik dapat memberikan manfaat ekonomi tambahan.
Pentingnya program Kelola Sampah ini juga ditekankan pada aspek kesehatan jangka panjang. Sampah yang menumpuk di area pemukiman merupakan sarang bagi berbagai penyakit seperti demam berdarah dan gangguan pernapasan. Melalui Sosialisasi Kelola Sampah ini, sekolah mengajak warga untuk menutup rapat tempat sampah dan menghindari praktik membakar sampah di pekarangan rumah yang dapat mencemari udara. Fokus pada kebersihan tingkat RT ini menjadi sangat penting karena kualitas hidup di sebuah lingkungan sangat ditentukan oleh seberapa disiplin warga dalam menjaga keasrian area tempat tinggal mereka sendiri. Dengan lingkungan yang bersih, kenyamanan beraktivitas akan meningkat drastis.
Dalam pelaksanaan program ini, siswa-siswi Raudhatul Ulum juga dilibatkan sebagai penggerak lapangan. Mereka membantu warga dalam menata sistem tempat sampah terpilah di sudut-sudut jalan lingkungan. Ini merupakan bentuk nyata dari pendidikan karakter yang mengajarkan kepedulian sosial dan lingkungan kepada generasi muda. Siswa belajar bahwa ilmu yang mereka dapatkan di sekolah harus memiliki dampak sosial yang nyata bagi Warga RT. Sinergi ini menciptakan hubungan emosional yang baik antara sekolah dan masyarakat, di mana sekolah dipandang sebagai agen perubahan yang peduli terhadap kesejahteraan warga sekitar secara konkret dan berkelanjutan.