Setiap akhir periode akuntansi, perusahaan wajib melakukan serangkaian langkah untuk menyiapkan buku untuk periode berikutnya. Salah satu langkah krusial adalah membuat jurnal penutup. Ini adalah entri jurnal yang dibuat untuk “menutup” atau mengatur ulang saldo akun nominal (sementara) menjadi nol, agar siap digunakan kembali di periode selanjutnya.
Akun nominal meliputi pendapatan, beban, ikhtisar laba rugi, dan prive (penarikan oleh pemilik). Saldo akun-akun ini hanya relevan untuk satu periode akuntansi tertentu. Oleh karena itu, di akhir periode, saldonya harus ditransfer ke akun permanen, biasanya modal atau laba ditahan.
Proses jurnal penutup dimulai dengan memindahkan saldo semua akun pendapatan ke akun ikhtisar laba rugi. Pendapatan yang awalnya bersaldo kredit akan didebit, dan ikhtisar laba rugi dikredit. Ini mengosongkan akun pendapatan.
Selanjutnya, saldo semua akun beban dipindahkan ke akun ikhtisar laba rugi. Beban yang bersaldo debit akan dikredit, dan ikhtisar laba rugi didebit. Langkah ini memastikan akun beban juga kembali ke saldo nol untuk periode baru.
Setelah pendapatan dan beban dipindahkan, akun ikhtisar laba rugi akan menunjukkan laba atau rugi bersih perusahaan untuk periode tersebut. Saldo akun ikhtisar laba rugi inilah yang kemudian dipindahkan ke akun modal atau laba ditahan, tergantung bentuk entitasnya.
Langkah terakhir dari jurnal penutup adalah memindahkan saldo akun prive (jika ada) ke akun modal. Prive yang bersaldo debit akan dikredit, dan akun modal didebit. Ini mengurangi modal pemilik atas penarikan yang telah dilakukan.
Tujuan utama jurnal penutup adalah untuk memastikan bahwa akun nominal dimulai dari nol di awal periode akuntansi baru. Ini memungkinkan perbandingan kinerja keuangan antarperiode yang adil dan akurat, tanpa pengaruh saldo dari periode sebelumnya.
Tanpa jurnal penutup, akun pendapatan dan beban akan terus mengakumulasi saldo dari periode ke periode. Ini akan menyebabkan kekacauan dalam pencatatan dan mempersulit analisis kinerja keuangan yang sesungguhnya.
Setelah semua jurnal penutup dibukukan, perusahaan akan membuat neraca saldo setelah penutupan. Neraca saldo ini hanya akan berisi akun riil (permanen), yaitu aset, liabilitas, dan ekuitas, dengan saldo yang telah diperbarui.