Masalah gizi buruk yang berujung pada hambatan pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak, atau yang lebih dikenal dengan istilah stunting, masih menjadi tantangan besar bagi bangsa Indonesia. Kondisi ini bukan hanya soal tinggi badan yang berada di bawah rata-rata, tetapi juga mengenai masa depan kualitas sumber daya manusia kita. Menyadari hal tersebut, gerakan Cegah Stunting menjadi prioritas utama bagi civitas akademika SMK IT Raudhatul Ulum melalui aksi nyata di tingkat akar rumput.
Program ini dirancang sebagai bentuk pengabdian masyarakat yang terintegrasi. Para siswa dan guru dari berbagai kompetensi keahlian bersinergi untuk memberikan edukasi dan pendampingan gizi di wilayah pedesaan sekitar sekolah. Kehadiran tim dari SMK IT Raudhatul Ulum yang secara rutin Terjun ke Posyandu membawa semangat baru bagi para ibu dan kader kesehatan di desa. Mereka tidak hanya datang sebagai pengamat, tetapi juga sebagai fasilitator yang membawa pengetahuan teknis mengenai pemenuhan gizi seimbang dengan memanfaatkan potensi lokal yang ada.
Di lingkungan Desa, seringkali pola makan anak hanya didasarkan pada rasa kenyang tanpa memperhatikan kandungan nutrisi. Oleh karena itu, para relawan dari sekolah ini memberikan demonstrasi memasak Menu Pendamping ASI (MPASI) yang sehat, murah, dan mudah didapat. Misalnya, pemanfaatan daun kelor, ikan air tawar, dan kacang-kacangan lokal yang selama ini sering terabaikan. Melalui pendekatan yang komunikatif, para siswa menjelaskan bahwa protein hewani sangat krusial dalam seribu hari pertama kehidupan anak untuk mencegah terjadinya gangguan pertumbuhan permanen.
Peran aktif SMK IT Raudhatul Ulum di Posyandu juga mencakup digitalisasi data kesehatan anak. Siswa dari jurusan teknologi informasi membantu para kader desa dalam melakukan input data pertumbuhan anak ke dalam sistem aplikasi kesehatan. Dengan data yang lebih akurat dan teratur, deteksi dini terhadap balita yang berisiko mengalami malnutrisi dapat dilakukan lebih cepat. Langkah preventif ini sangat penting agar intervensi gizi dapat segera diberikan sebelum kondisi anak memburuk.